PENERAPAN FMEA DAN FISHBONE DALAM ANALISIS RISIKO OPERASIONAL AIR EXPORT PADA DIVISI PERISHABLE GOODS

Authors

  • Hati Amila Johar Surabaya Shipbuilding State Polytechnic image/svg+xml Author
  • Yesica Novrita Devi Surabaya Shipbuilding State Polytechnic image/svg+xml Author
  • Medi Prihandono Surabaya Shipbuilding State Polytechnic image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.35991/jmbm.v1i1.11

Keywords:

Air Export, FMEA, Diagram Fishbone, Risiko Operasional, Perishable Goods

Abstract

Penelitian ini menganalisis risiko operasional dalam pengiriman ekspor barang perishable melalui udara pada perusahaan freight forwarder di Bandara Juanda. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN), serta matriks risiko untuk menentukan prioritas kegagalan. Selanjutnya menggunakan Fishbone Diagram untuk mengidentifikasi akar penyebab risiko sehingga dapat menentukan strategi penanganan risiko tersebut. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada lima expert di bidang operasional ekspor. Hasil penelitian menunjukkan 17 potensi risiko utama yang dikategorikan dalam kegagalan eksternal, internal, manusia, dan sistem. Risiko dengan RPN tertinggi yang sudah diklasifikasikan menggunakan matriks risiko dalam wilayah high risk meliputi keterlambatan penyetoran barang, gangguan alur kerja standar, dan perubahan jadwal pesawat. Akar penyebab dari risiko-risiko tersebut diidentifikasi melalui pendekatan Fishbone Diagram Penyebab utamanya berasal dari lemahnya koordinasi, keterbatasan sistem, dan ketergantungan jadwal tetap. Strategi mitigasi yang disarankan meliputi peningkatan SOP, pelatihan SDM, dan penguatan sistem pemantauan real-time.

References

Andriyanto, A., & Putri, Y. E. A. (2021). Analisis penyebab kegagalan pengiriman barang project 247 atau jenis SXQ pada divisi operation airfreight PT Cipta Krida Bahari dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Jurnal Logistik Bisnis, 11(1), 7–13. https://doi.org/10.46369/logistik.v11i1.1372.

Antika, C. & Febrianto, D. (2023). Hambatan Ekspor Jalur Udara: Studi Kasus Pada Perusahaan Freight Forwarding di Tangerang. Prosiding Seminar Nasional Manajemen Inddustri dan Rantai Pasok 4th, Jakarta. Vol. 4 No. 1.

Firdiansyah, A. (2023). Teori & Praktik Harmonized System Mudah Menentukan Sendiri Klasifikasi HS Code 2022 Impor/Ekspor Kepabeanan. Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Hanafi, M. M. (2016). Manajemen Risiko. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Poleshkina, I. (2020). Transportation of perishable goods by air: Handling problems at Russian airports. Civil Aviation High Technologies, 23(6), 65–83. https://doi.org/10.26467/2079-0619-2020-23-6-65-83.

Soraya, J., & Puspitasari, A. (2024). Identification of delayed delivery factor at PT. Hunindo Jaya Sejati using SWOT and Fishbone methods. In Proceedings of the Sixth International Conference on Applied Economics and Social Science (ICAESS 2024) (pp. 187–201). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/978-94-6463-640-6_15.

Tang, L. C., Goh, T. N., Yam, H. S., & Yoap, T. (2007). Six Sigma: Advanced tools for Black Belts and Master Black Belts. John Wiley & Sons. https://doi.org/10.1002/0470062002.

Tannady, H., 2015. Pengendalian Kualitas. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Published

2026-04-22

How to Cite

Johar, H. A., Devi, Y. N., & Prihandono, M. (2026). PENERAPAN FMEA DAN FISHBONE DALAM ANALISIS RISIKO OPERASIONAL AIR EXPORT PADA DIVISI PERISHABLE GOODS. Journal Of Maritime Business Management, 1(1), 9-16. https://doi.org/10.35991/jmbm.v1i1.11

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.